Wednesday, April 22, 2009

Nasihat Itu Melenturkan Jiwa Yang Kering



الدين النصيحة : قلنا لمن؟ قال لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وإمامهم

“Ad-Deen itu adalah nasihat…” Sahabat bertanya: “Untuk siapa wahai Rasulullah?” Sabdanya: “Bagi Allah, Kitab, Rasul, dan Imam Muslimin serta umat Islam seluruhnya.”

AGAMA itu adalah nasihat. Itu indahnya agama Islam. Kita diperintah supaya berpesan-pesan kepada kebaikan dan kebenaran. Ingat-mengingati antara satu sama lain. Tegur-menegur jika ada yang terleka atau terlupa. Bukanlah tujuannya untuk menghentam atau mencari salah sesiapa tetapi tujuannya yang sebenar adalah untuk memperelok serta memperbaikkan hati. Namun, apabila hendak menegur biarlah kita mempunyai adabnya. Lebih-lebih lagi jika orang tersebut lebih tua daripada diri kita. Nasihatlah dengan berhikmah dan bijaksana.


Dan tetap tekunlah engkau memberi peringatan, kerana sesungguhnya peringatan itu mendatangkan faedah kepada orang-orang yang beriman.
(Az-Zariyyat :55)

Sesungguhnya nasihat itu sangat berguna bagi orang mukmin. Hati manusia mesti dilentur dengan nasihat dan peringatan sentiasa. Usah merasa kepahitan dan kesakitan bila kita diberikan nasihat dan teguran. Lebih-lebih lagi jika orang yang memberi nasihat itu lebih muda daripada kita.

Hati yang tidak diberikan nasihat umpama hati yang berkarat. Ia mesti dijernihkan dengan nasihat dan peringatan lalu disuburkan dengan amalan-amalan yang mampu menghilangkan penyakit hati seperti zikir, wirid, solat taubat, solat-solat sunat lain dan sebagainya.

Dalam kita memberikan nasihat, ingatlah selalu bahawa hanya hati-hati yang tulus bersih sahaja mampu membersihkan hati-hati yang kotor. Dan hati-hati yang kotor tidak mampu untuk membersihkan hati-hati yang kotor dan hina. Maka, orang-orang yang ingin menerjunkan diri mereka ke medan dakwah perlu bersiap sedia dengan ilmu yang berkaitan dengan tazkiyatu nafs ataupun penyucian jiwa. Bagaimana dengan hati yang sakit mampu mengubat hati yang dilanda dengan penyakit hati.

Namun, ramai orang menganggap jika seseorang itu ingin mengajak orang lain kepada kebaikan mahupun ingin memberikan nasihat kepada orang lain, diri pengajak atau pendakwah dululah mesti sempurna sebelum mengajak atau memberikan nasihat kepada orang lain. Jika inilah mentaliti yang dipegang maka makin bertebaranlah kemungkaran dan kejahatan dimuka bumi ini kerana manusia sampai bila-bila pun tidak akan sempurna. Diri manusia biasa bukanlah maksum seperti para Nabi. Ketahuilah orang yang menyeru atau pendakwah bukanlah diri mereka sempurna.

Sabda Nabi SAW : “Baikilah diri kamu dan sampaikanlah (dakwah) kepada orang lain”

Dan orang yang menyeru kepada orang lain ke arah kebaikan perlu pegang sungguh-sungguh dengan firman Allah ini agar mereka tidak menjadi golongan yang dimurkai Allah SWT:

Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu memperkatakan apa yang kamu tidak melakukannya! Amat besar kebenciannya disisi Allah – kamu memperkatakan sesuatu yang kamu tidak melakukannya.
(As-Saff : 2-3)

Nasihat dan peringatanlah mampu menyembuhkan hati yang lara,
Nasihat dan peringatanlah mampu menyembuhkan hati yang dilanda penyakit hati,
Nasihat dan peringatanlah mampu menyedarkan manusia tentang benarnya Al-Quran dan Sunnah,
Nasihat dan peringatanlah mampu menghapuskan kebatilan dan kemungkaran,
Nasihat dan peringatanlah mampu mengingatkan manusia kepada kematian,
Nasihat dan peringatanlah mampu mengingatkan manusia supaya solat di awal waktu dan berjemaah,
Nasihat dan peringatanlah mampu mengingatkan manusia supaya hidup berjemaah,
Nasihat dan peringatanlah mampu membangkitkan rasa rindu dan cinta kepada Allah dan RasulNya,
Nasihat dan peringatanlah mampu mengingatkan manusia akan tanggungjawab mereka sebenarnya,
Nasihat dan peringatanlah mampu menyedarkan manusia betapa lemahnya diri manusia,
Nasihat dan peringatanlah mampu menjadikan seseorang itu soleh lagi alim,
Nasihat dan peringatanlah mampu menjadikan seseorang itu ikhlas lagi bertaqwa,

Oleh itu, sedialah kita untuk menadah telinga bagi mendengar nasihat dari para alim ulama’ dan orang-orang soleh. Anggaplah sebarang teguran dan nasihat dari kawan-kawan disekeliling kita samada mereka muda atau tua daripada kita adalah sebagai satu proses tarbiyah untuk melatih kita menjadi mukmin yang benar-benar sejati.

Salam Perjuangan,
Mujahid Fillah...
Mohd Faizzudin Ghazali

Inteam Reunited Kembali!

Salam kepada pencinta nasyid sekelian,

Album yang ditunggu-tunggu sudah terbit, bermula dengan album Kasih Kekasih, Impian Kasih, Damba Kasih, Inteam 04', Tiada Lagi Kasih, Nur Insani, dan kini Allahu Rabbi. Kali ini penampilan istimewa bersama dengan Hisham dan Suhaimi (ahli lama). Moga-moga ia menjadi santapan istimewa buat semua pencinta nasyid.

Alhamdulillah, semua lagu-lagunya mantap belaka. Menyusuk kalbu, menaikkan semangat serta menginsafkan.. Itulah yang sesuai untuk album kali ini. Selamat mendengar!!
  1. Allahu Rabbi
  2. Hamzah Asadullah
  3. Hanya Takdir
  4. Dia Muhammad
  5. Kepastian
  6. Kemuliaan Al-Quran
  7. Asy-Syafie
  8. Redha
  9. Asma’ Allah
  10. Kasih Sayang

Thursday, April 16, 2009

Doa Pejuang Oleh Sang Murabbi


Dilantunkan oleh K.H. Rahmat Abdullah pada Deklarasi Parti Keadilan Sejahtera (PKS-Parti Islam di Indonesia)

Lapangan Masjid Agung Al-Azhar Jakarta, 09 Ogos 1998, yang
diiringi oleh titisan air mata hadirin.


Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia.
Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya.
Engkau pencipta dan pelindungnya

Ya ALLAH, perbaiki hubungan antara kami
Rukunkan antara hati kami
Tunjuki kami jalan keselamatan
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang
Jadikan kumpulan kami jama'ah orang muda yang menghormati orang tua
Dan jama'ah orang tua yang menyayangi orang muda
Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran
terhadap sesama hamba beriman
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian

Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar
Wahai yang menyambung segala yang patah
Wahai yang menemani semua yang tersendiri
Wahai pengaman segala yang takut
Wahai penguat segala yang lemah
Mudah bagimu memudahkan segala yang susah
Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran
Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak
Engkau Maha Tahu dan melihatnya

Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu
Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu
Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur
Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus
Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami
Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami
Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami
Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara
Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada
kami

"ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala
kasih"

Ya ALLAH, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu
Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu
Berlaku pasti atas kami hukum-Mu
Adil pasti atas kami keputusan-Mu

Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu
Dengan semua nama yang jadi milik-Mu
Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu
Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu
Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu
Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib
Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur'an yang agung
Sebagai musim bunga hati kami
Cahaya hati kami
Pelipur sedih dan duka kami
Pencerah mata kami

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh dari taufan yang
menenggelamkan dunia

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang
marak menyala

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir'aun dan
laut yang mengancam nyawa

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa dari Salib dan pembunuhan
oleh kafir durjana

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu
wassalam dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik
khianat, pasukan sekutu Ahzab angkara murka

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus dari gelap lautan, malam,
dan perut ikan

Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya
Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya
Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara

Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa
Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan
dunia
Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-
Mu murka
Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya

Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan
yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami

Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami
Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal
usaha kami sendiri

Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba dan nabi-Mu
Muhammad SAW di padang mahsyar nanti
Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang
memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu
Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab
Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis
dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati,
ummatku ummatku
Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan semua
kekayaan demi perjuangan
Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera
Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan
kekayaan

Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu Engkau kirimkan kepada kami
da'i penyeru iman
Kepada nenek moyang kami penyembah berhala
Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da'wah
Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran
Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini
Kepada generasi berikut kami
Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai
kesinambungan ini
Dengan sikap malas dan enggan berda'wah
Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa

Wednesday, April 15, 2009

Takziah Buat Ustaz Hanif Jamaluddin

Mustakim, Saya, Zul Azri, Lokman dan Hanif (gambar baru-baru ini di Iskandariyah)

Bismillah Walhamdulillah...

Takziah saya ucapkan kepada sahabat saya Ustaz Muhammad Hanif Jamaluddin di mana adiknya Muhammad Zaid Jamaluddin telah kembali ke rahmatullah. Allahyarham meninggal akibat sakit demam denggi. Semoga Allah mencucuri rohnya dan menempatkannya di tempat golongan orang-orang soleh.

Dan kita yang masih lagi hidup, banyakkanlah ibadah dan teruskan perjuangan menegakkan agama Allah di muka bumi ini. Semoga Allah meredhai kita dan orang-orang beriman serta pejuang agama Allah yang telah gugur syahid. Amin Ya Rabbal Alamain..

Al-Fatihah buat Allahyarham Muhammad Zaid Jamaluddin

Fenomena


FENOMENA

Fikiran ku melayang jauh
Ku renungkan sesuatu
Kisah yang bisa kaburi pandangan

Ku lewati di dalam diri
Di fenomena ini
Tak henti jua berkali terjadi

Ada sidis yang mengguris
Selama berdiam diri
Hati membahang di dalam
Bagaikan api di dalam sekam

Masih ada keraguan
Meniti persoalan
Walau cuba dibajai
Namun masih ada yang berkeluh kesah

Setulusnya hati ini
Mengulit silaturrahim sendu merantai
Kerinduan simfoni
Syahdu menjadi teman diri

Kasih saudara jadi pudar warna
Kerna hasutan semalam
Bisakah berlalu
Pergi...

Mengapa perlu sengketa
Biarkan ia pergi..

Munsyeed : UNIC

Monday, April 06, 2009

Jundullah : Moga-Moga Itu Yang Diimpikan

BARU-BARU ini pada hari Jumaat ketika waktu malam selepas maghrib kami telah dibentangkan pengisian untuk nuqaba' dan naqibat oleh Al-Fadhil Ustaz Nazrul Nasir di Dewan Dar As-Salam. Pengisian kitab yang bertajuk JUNDULLAH THAQAFATAN WA AKHLAKAN (karangan Al-Imam Said Hawa) begitu bermakna buat kami khususnya nuqaba' dan naqibat. Lebih-lebih lagi, ianya juga sangat bermakna bagi mereka yang ingin mewakafkan diri dalam memperjuangkan Islam.

Walaubagaimanapun, pada malam tersebut al-Fadhil Ustaz Nazrul lebih banyak menyentuh isu sekitar mahasiswa di Mesir, berkaitan usrah, PMRAM dan beberapa isu-isu lain. Saya kira, pengisian beliau pada malam tersebut cukup lain berbanding dengan pengisian-pengisian sebelum ini. Pandangan beliau lebih terbuka daripada sebelum-sebelum ini. Namun, ianya banyak menyedarkan kami tentang hakikat keberadaan mahasiswa Islam di bumi Mesir. Sesuatu yang boleh saya kagumi dengan beliau, selain beliau hebat menyampaikan kepada kami ilmu-ilmu yang berkaitan dengan turath, beliau juga tidak kurang hebatnya pada malam tersebut menyampaikan ilmu-ilmu kepada kami yang berkaitan dengan haraki dan ilmu perjuangan yang menjadi mutiara dan benih-benih jihad bagi mengisi jiwa para pekerja Islam.

Sebelum bermulanya pengajian pada malam tersebut, seluruh nuqaba' dan naqibat telah dipaparkan satu slide show yang berkaitan dengan seorang tokoh pemimpin gerakan Islam yang sudah 5 tahun syahid iaitu As-Syahid Dr Abd Aziz Ar-Rantisi (pemimpin gerakan Hamas). Dalam slide show tersebut dipaparkan bahawa sebelum As-Syahid berhadapan dengan maut beliau sempat mengungkapkan bahawa bila diberi pilihan samada ingin mati sakit jantung atau dibedil dengan apatche, as-Syahid lantas dengan yakin berkata "Saya akan memilih dibedil apatche". Usaha jihad dan pengorbanaan As-Syahid moga-moga menjadi inspirasi buat kami dalam ingin melihat Islam terus ditegakkan dimuka bumi ini.

Seperkara yang boleh saya simpulkan bagi pengajian pada malam tersebut bahawa Al-Fadhil Ustaz Nazrul banyak menekankan kepada kami supaya menuntut ilmu dengan bersungguh-sungguh dan pulang ke masyarakat suatu hari nanti boleh memberikan sumbangan yang besar kepada Islam di bumi Malaysia.

Saturday, April 04, 2009

Hidup Ini Adalah Ujian

Salam Perjuangan..

Alhamdulillah, dapat juga saya mem'blogger' pada hari ini. Semenjak semalam komputer asyik bermasalah. Entah apa yang tidak kena, saya pun tidak tahu. Agaknya kena membeli laptop baru, baru komputer kesayangan itu elok agaknya. Bukanlah ianya kali pertama buat ragam, tetapi sudah banyak kali dalam tahun ini sahaja. Saya berharap 'hard disk' komputer saya tidak ada sebarang masalah, saya risaukan 'hard disk' itu sahaja. Mana tidaknya, dalam 'hard disk' itulah tersimpan berbagai gambar kenangan saya dan kawan-kawan semenjak saya berada dibumi Mesir lagi pada tahun 2005 sehingga sekarang. Begitu juga dengan dokumen-dokumen lain, lagu-lagu kegemaran nasyid, ceramah-ceramah yang saya download, dan beberapa file yang agak penting. Doakan segalanya dipermudahkan.

Takziah Buat Ustaz Tajuddin

Semalam juga pada hari Jumaat saya dikejutkan lagi dengan berita yang begitu menyedihkan. Salah seorang sahabat saya, iaitu Ustaz Tajuddin dari negeri Pahang dimana dia telah kehilangan ibu, ayah dan abangnya. Keluarganya terlibat dengan kemalangan yang begitu menyayatkan hati. Dikhabarkan, abangnya juga adalah bekas pengajian Tahfiz di Syubra. Saya terfikir bagaimana agaknya sahabat saya ini menerima berita tersebut, sedangkan Ustaz Tajudin baru sahaja pulang ke Malaysia pada beberapa bulan yang lalu. Bayangkanlah, baru hendak bersama-sama dengan keluarga, terus diuji dengan kehilangan keluarga yang tersayang. Sama-sama kita doakan roh arwah ibu, ayah dan abangnya agar ditempatkan digolongan tempat orang-orang yang soleh dan bertaqwa. Sabarlah wahai sahabatku.

Dan kita yang masih hidup ini, marilah kita tingkatkan amalan dan memperkuatkan hubungan kita dengan Allah. Ajal tidak kira usia, tempat, dan pangkat. Apabila sudah tiba masanya, kita akan pergi menghadap Illahi. Semoga amalan kita diterima Allah SWT dan diberikan syafaat di dalam kehidupan akhirat kita.

"Ya Allah permudahkanlah urusan dunia dan akhirat ku..

* Ustaz Tajuddin Mat Zin merupakan bekas Ma'had Qiraat Syubra (2005-2008), Pemergian ibu, ayah dan abangnya baru-baru ini kerana kemalangan jalanraya di Temin, Jerantut.

Saturday, March 28, 2009

Zagazig dan Perak Dipilih BKAN dan DPM Terbaik


Sumber : Persekutuan Melayu Republik Arab Mesir (PMRAM)

27 Mac- Dewan Perwakilan Mahasiswa Zagazig (DPMZ) telah diisytiharkan sebagai DPM Terbaik dan BKAN Perak sebagai BKAN Terbaik bagi sesi 2008. Pengumuman tersebut dibuat oleh Setiausaha Agung PMRAM, Ustaz Syafiq Zulakifli di akhir Ijtimak Umumi di Nadi Riyadhi sekitar jam 7 malam. Menurut beliau, pada tahun ini, dua anugerah telah diwujudkan iaitu Anugerah DPM Terbaik dan Anugerah BKAN Terbaik. Justeru, panel penilai yang terdiri dari Badan Pengurus PMRAM serta AJKT HEWI PMRAM telah memiilih Dewan Perwakilan Mahasiswa Zagazig sebagai penerima Anugerah DPM Terbaik manakala Keluarga Pelajar Islam Perak Mesir (KPIPM) sebagai BKAN Terbaik.

Anugerah DPM serta BKAN Terbaik dinilai dari segenap aspek serta diwujudkan kriteria-kriteria tertentu antaranya dari segi pengurusan, komitmen ahli dengan PMRAM dan lain-lain. Sementara itu, DPM Zagazig juga dipilih sebagai Perwakilan (Ikhwah) terbaik Muktamar Sanawi kali ke-76 ini manakala bagi perwakilan terbaik akhawat disandang oleh Dewan Perwakilan Mahasiswi Iskandariah (DPMI). Di akhir majlis juga diadakan tayangan slide berkisar program dan peristiwa PMRAM sepanjang setahun.Semoga hubungan erat antara BKAN dan DPM ini terus erat dan kukuh bagi merealisasikan moto PMRAM iaitu 'Julang Thaqafah Bakti Dicurah'.

Muktamar PMRAM Terima Empat Usul


Sumber : Persekutuan Melayu Republik Arab Mesir (PMRAM)

26 Mac-Ijtimak 'Umumi atau Muktamar Sanawi PMRAM kali ke-76 hari ini menerima empat usul yang dikemukakan oleh para perwakilan yang hadir. Sesi usul dan cadangan itu dikemukakan sekitar jam 3.30 petang sebaik sahaja selesai sesi pembentangan penyata kewangan. Usul pertama dikemukakan perwakilan dari DPM Zaqaziq, Ustaz Mumtaz Haron yang berbunyi "Mahasiswa-mahasiswi bersatu membanteras anasir-anasir yang mencetuskan masalah keselamatan, unsur-unsur perpecahan dan tidak mengamalkan Islam secara syumul." Usul ini kemudian dibahaskan dengan panjang oleh para perwakilan dan kesemuanya menyokong usul tersebut.

Presiden PMRAM, Ustaz Khairul Anuar Ismail yang mengendalikan muktamar mengumumkan usul ini diterima sebulat suara.

Usul kedua yang diterima muktamar dibawa oleh Ustaz Mohd Firdaus Mazlan dari Selangor dengan usul "Mempertahankan Badan Kebajikan Anak Negeri (BKAN) yang bernaung di bawah PMRAM". Perwakilan yang bangun menyokong usul tersebut turut membangkitkan masalah yang berlaku kepada Badan Kebajikan Anak Negeri Sembilan (BAKANS) dan terbaru kepada Badan Kebajikan Mahasiswa Islam Pahang (BKMIP).

Usul ketiga yang juga diterima sebulat suara dengan matan usul "Menggesa pihak Kedutaan Besar Malaysia Kaherah (KBMK) berbincang dengan pihak imigresen Mesir bagi memudahkan urusan menyambung visa."

Manakala usul keempat berkenaan usaha menjayakan Dana Syaqah PMRAM yang dibentangkan oleh Naib Presiden III PMRAM, Ustaz Khusaini Md.Yusof dan dicadangkan oleh Penasihat PMRAM, Ustaz Hairul Nizam Mat Husain yang mencadangkan setiap ahli menyumbangkan LE300 kepada tabung ini dalam tempoh setahun telah diterima dengan undian.

Bagi usul kelima, iaitu berkenaan menangani kejatuhan prestasi akademik ahli dengan melaksanakan dua langkah berikut iaitu pertama tidak boleh mengadakan sebarang program pada waktu kuliah kecuali setelah mendapat keizinan dari Presiden PMRAM dan kedua tidak membenarkan mereka yang istisnak memegang jawatan pada peringkat BKAN, DPM dan PMRAM.

Usul ini walau bagaimanapun mendapat bantahan dari perwakilan dan dicadangkan dibawa ke muktamar akan datang.

Sunday, March 22, 2009

Sifat-Sifat Hizbullah (Parti Allah)

Menegakkan Khilafah Islamiyyah atau Daulah Islamiyyah adalah suatu kewajiban bagi seluruh umat Islam, cita-cita untuk menegakkannya mestilah tertanam subur di dalam segenap sanubari umat Islam.

Bismillah Walhamdulillah..

Salam Perjuangan..

Hayati bersama... Firman Allah SWT di dalam Al-Quran:

Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa di antara kamu berpaling tadah dari agamanya (jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang yang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orang kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah dan mereka tidak takut kepada celaan orang yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia Allah yang diberikanNya kepada sesiapa yang dikehendakiNya; kerana Allah Maha Luas limpah kurniaNya, lagi Meliputi PengetahuanNya. (54) Sesungguhnya Penolong kamu hanyalah Allah dan RasulNya, serta orang-orang yang beriman, yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, sedang mereka rukuk (tunduk menjunjung perintah Allah). (55) Dan sesiapa yang menjadikan Allah dan rasulnya serta orang-orang yang beriman itu penolongnya (maka berjayalah dia), kerana sesungguhnya golongan (yang berpegang kepada agama) Allah, itulah yang tetap menang. (56)

(Surah Al-Maidah : ayat 54-56)


Sifat-Sifat Hizbullah (Parti Allah)


  1. Allah mengasihi mereka iaitu orang-orang yang beriman dan mereka juga mengasihi Allah
  2. Bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin
  3. Bersikap keras terhadap orang-orang kafir
  4. Mereka yang berjihad di jalan Allah dan tidak takut kepada celaan orang yang mencela
  5. Sesungguhnya wali atau penolong ialah Allah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman yang mendirikan sembahyang dan mengeluarkan zakat serta tunduk kepada Allah

Lagu Yang Menyentuh Perasaan : Layar Keinsafan


Layar Keinsafan

Sepi benar senja ini
Bayunya semilir, menganak ombak kecil
Jalur ufuk pula mengemas terang
Kapal dan layar terkapar

Mengapa nantikan senja
Barukan terdetik, pulang ke pengkalan
Gusar malam menghampiri
Ku tewas di lautan

Tuhan layarkanku ke arah cintaMu
Tuntuniku menggapai redhaMu
Rimbunan kasihMu ku berteduh
KepadaMu ya Tuhan
Berikan secebis keinsafan
Bekalan sepanjang perjalanan
Mencari ketenangan

Biar Kau menjadi saksi
Tulus tangisku kala dini hari
Kesempatan yang hanya sebentar
Moga keikhlasanku terlakar
Berikanlah ku hidayah
Agar dikuatkan iman yang lemah
Moga diberkati hidup ini
Menuju bahagia yang kekal abadi

PadaMu Tuhan
Kan kuserahkan cinta kepadaMu

Munsyid : MESTICA

Semoga perjalanan hidup kita dipimpin oleh Allah SWT, sabar dan tabah dalam mengharungi liku-liku kehidupan.

Thursday, March 12, 2009

Nostalgia : SMA Al-Ihsan Dalam Kenangan

SMAI kini, dulu hijau putih... Sudah banyak berubah.. ini adalah pandangan SMAI dari sisi.. 5 tahun saya disini(1999-2003)

Dulu Asrama Putera, kini sudah menjadi Asrama Puteri.. disinilah tercoret 1001 memori

Binaannya masih kekal, alahai rindunya...

Makmal Sains yang sudah banyak berubah, di tepi tu adalah gelanggang takraw dan dibelakang sana adalah tempat gelanggang bola tampar..

Dewan SMAI yang baru, dulu sini adalah kawasan padang..

Wednesday, March 04, 2009

Usrah Muntijah : Kearah Melahirkan Golongan Yang Bekerja

Wajah-wajah pelapis dan pimpinan akan datang (semoga ukhwah ini berkekalan)

Usrah adalah sunnah teragung yang mesti dihidupkan, ramai di kalangan kita tidak menyedari tentang hakikat ini. Usrah juga adalah sumber kekuatan dan keizzahan kepada sesebuah organisasi atau jemaah yang bergerak untuk mendapat mardhatillah. Tanpanya, roh organisasi tersebut akan layu serta tidak bermaya.

Namun, berapa ramaikah dikalangan kita yang menyukai usrah. Sedikit sangat! Bila dengar sahaja usrah berbagai-bagai alasan yang diberi. Namun, dalam hal ini kita tidak boleh menyalahkan ahli usrah sahaja. Mungkin ianya berpunca daripada naqib. Ini yang perlu dimuhasabahkan bersama-sama!

Bagi saya, usrah yang muntijah adalah naqib dan ahli usrah berjaya membina jambatan ukhwah yang cukup hebat dikalangan mereka. Lalu, daripada usrah itulah dapat melahirkan figure-figure mahupun golongan pelapis yang mempunyai daya pengorbanan dan sumbangan yang tinggi untuk Islam. Bagaimana untuk menghasilkan usrah yang benar-benar muntijah, ini perlu dilihat dari pelbagai sudut dan faktor.

Antara faktor yang mesti ditekankan adalah dari sudut naqib, naqib adalah peranan besar dalam meghidupkan usrah. Jangan menganggap ianya perkara remeh. Bukan senang ingin mencari naqib yang mempunyai jiwa murabbi. Antara ciri-ciri naqib yang cemerlang adalah:-

  • Mempunyai thaqafah serta pengetahuan luas dalam ilmu agama
  • Jiwa sufi haraki
  • Mempunyai hubungan ukhwah yang sangat erat dengan ahli usrah
  • Mengenali ahli usrah dengan mendalam
  • Hatinya sentiasa bergantung dan terpaut kepada Allah dalam apa jua hal dan keadaan
  • Mempunyai jiwa yang kental, istiqamah dan sabar

Kesatuan fikrah dan amal adalah pemangkin kejayaan Islam

Apa yang saya nyatakan disini adalah terlalu sedikit, bahkan banyak lagi antara ciri-ciri naqib yang cemerlang yang tak sempat saya kongsikan disini.

Ramai orang menganggap usrah adalah tempat untuk mencari ilmu, hakikatnya usrah adalah medan untuk membentuk syaksiyah diri dan penanaman fikrah Islam. Jika hendak mencari ilmu, ianya bukan di dalam usrah. Tetapi, carilah ilmu di masjid-masjid ataupun majlis-majlis ilmu yang mempunyai guru yang mengajar.

Usrah adalah tempat kita berkongsi ilmu pengetahuan yang kita pelajari serta untuk membangkitkan semangat cintakan Islam. Usrah adalah medan pengislahan diri serta medan muhasabah tentang sejauh mana sumbangan dan pengorbanan kita untuk Islam.

Ramai orang apabila disebut sahaja perkataan usrah, terus mind set di pemikirannya sesuatu yang amat membosankan dan tidak menyeronokkan. Pelaksanaan usrah mesti diperkasakan di setiap peringkat, tidak kira dimana jua posisi kita berada. Usrah adalah agenda tarbiyah! Lemahnya tarbiyah kita kerana lemahnya iman kita. Lemahnya iman kita kerana lemahnya ilmu kita.

Jom pertingkatkan soft skill, cara pembawakan usrah, thaqafah dan ilmu kita dalam kita membentuk usrah yang benar-benar muntijah… Semoga Allah memberkati usaha kita, gandakanlah usaha dan letakkan pergantungan kepada Allah setiap kali kita melakukan usrah, yang layak memegang hati manusia bukanlah naqib…tetapi yang memegang hati-hati adalah Allah, jangan sesekali kita merasa hebat pada diri apabila kita mampu menarik ahli usrah.. kehebatan itu bukanlah dari kita, tetapi ianya datang daripada Allah.

Semoga kita dipilih oleh Allah SWT untuk tergolong di kalangan mereka yang sentiasa berjuang di jalan Allah…lagi ikhlas… dan meletakkan matlamat kehidupan kita semata-mata kerana Allah.

Mohd Faizzudin bin Ghazali
Rabu (4 Mac 2009) : 1.59 pagi
Bait Dar As-Salam, Zagazig.

Tahniah Kuda Putih!

Tahniah buat pasukan Kuda Putih dalam Piala Presiden baru-baru ini, meskipun kita tidak mara ke peringkat akhir namun jangan bersedih hati. Adatlah dalam perlawanan, kalah menang adalah perkara biasa. Biar kita tewas dalam perlawanan, tapi jangan kita tewas dek kerana akhlak kita. Kami warga Zagazig sentiasa menyokong kalian dalam mengharumkan nama Zagazig. Teruskan usaha kalian, jangan berputus asa.

Semoga jasa, sumbangan dan pengorbanan kalian.. kami hulurkan "Jazakumullah khaitran kathira". Semoga Allah mampu membalasnya. Terima kasih daun keladi..

~Jalinan Ukhwah di Laman Riadhah~

Thursday, February 12, 2009

Bekalan Pejuang : Taqwa & Jauhi Sifat Cintakan Dunia

Mempertahankan kemenangan lebih sukar daripada memperolehi kemenangan...

Saya berpesan kepada diri saya dan sahabat-sahabat sekelian, marilah sama-sama kita mempertahankan kemenangan ini dengan menjaga hubungan kita dengan Allah SWT. Jangan kita sesekali alpa dan leka dengan kemenangan atau kejayaan Islam. Setiap perjuangan pasti diuji dan dicuba. Sabarlah dengan ujian yang sementara ini, apabila setiap orang yang meletakkan perjuangan Islam sebagai asasnya… pasti Allah akan memelihara dan menjaga kehidupannya dengan syarat kita yakin bahawa Allah sebagai matlamat kita… Segala-galanya biarlah kerana Allah SWT..

Pertolongan Allah semakin hampir, yakinlah…

Sesungguhnya 2 perkara yang perlu diambil ihtimam oleh setiap jiwa para pejuang agar kemenangan ini dapat dipertahankan iaitu: -

1. Takutkan Allah dengan sebenar-benar taqwa, jauhi maksiat dan hindarilah gelumang dosa

Khalifah Umar al-Khattab, beliau berpesan kepada tenteranya yang dihantar berperang: ”Aku berpesan kepada kamu dan mereka yang bersama kamu supaya bertakwa kepada Allah dalam semua keadaan. Sesungguhnya takwa kepada Allah adalah sebaik-baik bekalan menghadapi musuh, ia juga sekuat-kuat helah dalam perang. Aku berpesan kepada kamu dan tentera semua supaya kamu mengawal diri dan maksiat lebih daripada musuh kamu. Sesungguhnya dosa tentera-tentera (kita sendiri) itu lebih menakutkan dan musuh-musuh. Kemenangan kaum muslimin hanyalah dengan maksiat musuh-musuh Allah. Kalau tanpa demikian, kita tidak lagi ada kekuatan terhadap musuh, kerana bilangan kita tidak sepadan dengan mereka. Kalaupun kita sama dengan maksiat nescaya mereka itu akan lebih dan kita dalam kekuatan. Ketahuilah kamu bahawa dalam perjalanan kamu itu ada kawalan Allah. Mereka mengetahui apa yang kamu lakukan. Malulah kamu kepada mereka dan jangan kamu lakukan maksiat kepada Allah sedangkan kamu berada pada jalan Allah”.

2. Jauhi sifat cintakan dunia yang berlebih-lebihan.

Umar al-Khattab pernah berkata kepada tenteranya: ”Aku hairan di atas kelambatan kamu menakluk negeri Mesir setelah kamu berperang sejak dua tahun. Itu tidak lain kerana kamu menyintai dunia yang juga menjadi kesukaan musuh-musuh kamu. Allah Ta’ala tidak menolong sesuatu kaum itu kecuali atas niat mereka yang betul”

Tuesday, February 10, 2009

Rehlah Tarbawi : Kembara Epik Sinai 2009

Berada di Puncak Jabal Musa, Sinai


Pada 3, 4 dan 5hb Februari, Dewan Perwakilan Mahasiswa Zagazig dibawah Unit Sambutan & Rehlah telah menganjurkan rehlah tarbawi yang dinamakan “KEMBARA EPIK SINAI 2009”. Rehlah tarbawi ini telah disertai oleh 50 orang peserta yang terdiri daripada mahasiswa Al-Azhar & Perubatan samada baru atau lama. Program yang mempunyai hadaf dan matlamat tersendiri bergerak menjelajah bumi Tuhan. Selain menyemai ukhwah di kalangan mahasiswa Al-Azhar dan Perubatan, program ini juga bertujuan sebagai menyelongkar khazanah sejarah tamadun manusia.

Sepanjang rehlah tersebut, terlalu banyak manfaat dan peringatan yang boleh diambil sebagai pengajaran. Maha Suci Allah! Sungguh hebat ciptaan Tuhan. Kagum melihat pemandangan yang cukup indah dan menakjubkan sepanjang pengembaraan. Allahu Akbar!

Bertuah badan dapat bermusafir ke negeri orang. Selain menuntut ilmu di tempat orang, dapat juga melihat peninggalan sejarah yang tidak pernah terbayang untuk melihat di depan mata sebelum ini. Alhamdulillah, dapat juga rezeki pada tahun ini untuk pergi ke Sinai. Sudah 4 tahun, inilah pertama kali saya pergi ke Sinai walaupun ada diantara kawan-kawan yang sudah pergi 3 kali berturut-turut.

Penat dan letih tapi pengembaraan yang dilalui cukup puas dan menggembirakan. Bagi saya, program yang bertemakan ukhwah ini tercapai hadafnya bila pihak adhoc program berjaya menjalankan tugas dengan baik dan teratur. Makan pun sedap! Tahniah sahabat-sahabat!.

Ukhwah yang cukup mengkagumkan antara pelajar Al-Azhar & Perubatan jelas tergambar dengan semangat ukhwah yang ditunjukkan. Ugah!! Itulah ungkapan yang terpacul di mulut saya. Gandingan ukhwah yang mantap antara Al-Azhar dan Perubatan mesti diteruskan demi memastikan kejayaan Islam di setiap lapangan. Semoga ukhwah ini berbekas di dalam hati.

Jika diizinkan dan mempunyai kelapangan, saya akan menulis sedikit tentang tempat-tempat sejarah yang telah dilawati. Ini adalah tempat-tempat yang telah dilawati oleh kami.

  • Terowong Ahmad Hamdy (Terusan Suez)
  • Panaroma Barlif Noktah Hasinah (Bekas Kem Tentera Israel)
  • Uyun Musa
  • Telaga Nabi Ayyub
  • Hamam Firaun
  • Wadi Arbain
  • Fox Camp
  • Jabal Musa
  • Perkampungan Nabi Ilyas
  • St Catherine
  • Patung Lembu Samiri
  • Makam Nabi Harun
  • Makam Nabi Salleh
  • Dahab (penginapan, snorkling, seafood, & shopping)
  • Nuwaiba’ (pelabuhan)
  • Teluk Aqaba
  • Qal’ah Sallahuddin
  • Toba (sempadan Mesir-Israel)
  • Banjaran T
  • Batu Bersurat Kerajaan Mamalik

Nak pergi berjuang ke Palestin.. Jom saper nak ikut?

Disisi makam Nabi Harun alahissalam

Teluk A'qaba.. Hebat ciptaan Tuhan! Subhanallah..

Panaroma Barlif Noktah Hasinah (Bekas Kem Tentera Israel)

Makam Nabi Salleh alahissalam

Qal'ah Salahuddin Ayyubi...hebat pejuang dahulu..

U'yun Musa..

Sunday, February 08, 2009

Kemuncup Dalam Perjuangan...

"Sesungguhnya kami telah bentangkan amanah ini kepada langit, bumi, bukit bukau, namun semuanya enggan dan menolak kerana bimbang tidak dapat melaksanakannya, kemudian ianya diterima oleh manusia. Sesungguhnya manusia adalah zalim lagi jahil" Surah Al-Ahzab ayat 72


“Jangan jadik golongan musta’jilun...” pesan seorang naqib.

“Jangan gopoh gapah nak menang…” pesan seorang murabbi.

“Nak bawak Islam ni bukan mudah, harganya sangat mahal..jalannya penuh dengan onar dan duri…” pesan seorang Tok Guru.

Berjuang untuk Islam memerlukan kesabaran yang tinggi, selain iltizam yang kuat dan teguh. Ramai orang hendak berjuang untuk Islam, namun pada hakikatnya mereka tidak faham apa yang sebenarnya yang diperjuangkan oleh mereka. Mereka berjuang semata-mata atas dasar semangat.

Ikhwani,

Nabi SAW dahulu pernah disogok dengan bermacam-macam tawaran dan rundingan oleh puak kafir, namun Rasulullah SAW sedikit pun tidak tergerak hatinya untuk menggadai dakwahnya kerana inginkan kekayaan dan kemewahan.

Apa yang terjadi disekeliling kita pada hari ini sebenarnya telah berlaku di zaman Nabi lagi, segalanya telah dirakam dalam lipatan sejarah. Semua yang berlaku di sekeliling kita telah termaktub dalam Al-Quran dan As-Sunnah.

Ikhwani,

Sedikit ulasan saya mengenai yang berlaku di negeri Perak ;

Hakikatnya, untuk menjadi seorang pemimpin itu mestilah seseorang itu ditarbiyah dan diasuh dengan didikan Islam. Pintu kepimpinan adalah tarbiyah. Ingin jadi seseorang kepimpinan bukan boleh masuk semberono dan ikut sesuka hati sahaja. Lihatlah apa yang terjadi di negeri Perak, adakah peristiwa lompat melompat parti yang berlaku di negeri Perak ada udang disebalik batu? Apa yang berlaku disebalik filem tersebut? Ramai sungguh pelakon-pelakon yang bersandiwara dalam filem tersebut. Bersandiwara dengan mengaburi mata-mata penonton. Hebat!

Ikhwani,

Manusia memang cepat berubah, mudah sekali… dengan sekelip mata sahaja. Bila hati sudah ditutup, tiada lagi kebenaran di matanya. Bila ditabur dengan wang dan kekayaan, maka lupalah segala kebaikan dan hilanglah norma-norma kesucian yang ingin dituju.

Dakwah Islamiyyah bukan jalan batu loncatan kepada kemewahan, kekayaan, dan kekuasaan. Dakwah… jalannya penuh dengan onar duri dan sungguh mengerikan. Andaikata Nabi SAW menjadikan dakwahnya kepada untuk menjadi seorang ketua, presiden, perdana menteri dan seangkatan dengannya… pasti kita tidak dapat mengecapi nikmat Islam dan Iman sepertimana pada hari ini.

Ikhwani,

Apa yang terjadi di Perak adalah sebagai satu muhasabah kepada semua pejuang Islam. Islam menang bukan dengan lompat-melompat parti seperti pada hari ini. Tetapi, Islam menang dengan kesedaran dan kefahaman yang tinggi umat kepada Islam. Lihatlah di luar sana, ramai lagi orang terkapai-kapai dalam hendak memahami Islam.

Penjajah meninggalkan kepada kita bukan musuh kita yang sebenar, tetapi penjajah telah meninggalkan kepada kita orang-orang Islam yang pemikirannya sudah jauh dari Islam, pemikirannya sudah diracun dengan fahaman-fahaman yang berbahaya. Oleh itu, tugas kita pada hari ini lebih banyak dari masa yang ada. Carilah..cedoklah ilmu dimana-mana…tugasnya adalah untuk memahamkan orang kepada Islam.

“Masyarakat sangat memerlukan orang yang ikhlas berjuang untuk Islam, jangan banyak main duk Mesir tu Faiz..balik cepat..” ini pesan seorang sahabat kepada saya.

Khulasahnya : balik cepat, bantu Islam…

Anda mungkin juga meminati

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...